• Sat. Oct 16th, 2021
4 Cara Pengelolaan Sampah di Rumah, Apa Saja Ya?

Melakukan cara pengelolaan sampah yang baik tentu dapat menjaga lingkungan dari sumber penyakit yang dapat mengancam kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa produksi sampah nasional di Indonesia kini mencapai 175.000 ton per harinya. Jumlah yang sangat besar bukan?

Langkah Mudah Mengelola Sampah di Rumah

Melihat data produksi sampah yang membludak tentu sangat miris. Padahal jika setiap rumah dapat mengelola sampah dengan baik, maka produksi sampah bisa diminimalisir. Sampah yang dikelola dengan baik ternyata mampu menambah nilai ekonomi sekaligus memperbaiki lingkungan.

Ada banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kenaikan jumlah sampah. Anda juga bisa memulainya dari rumah. Lalu apa aja langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah di rumah?

1.     Selalu Pisahkan Jenis Sampah Organik dan Anorganik

Selama ini masih banyak orang yang mencampurkan sampah organik dan anorganik sehingga menimbulkan pencemaran sekaligus sulit untuk didaur ulang. Untuk mengatasinya, maka coba mulai pisahkan jenis sampah organik dan non organik di rumah Anda lalu buang di dua tempat sampah berbeda.

Jika sudah dipisahkan, pihak pengelola sampah tentu tidak kesulitan untuk mengelola sampah sehingga penumpukan sampah di tempat pembuangan dapat diminimalisir. Jangan lupa untuk mengalasi tempat sampah dengan kantong hitam besar agar bisa ditutup rapat dan tidak mengotori tempat sampah.

2.     Olah Sampah Organik dan Anorganik

Sampah rumah tangga seperti sisa potongan sayur, kulit buah, pecahan telur, dan bahan-bahan organik selain daging dan ikan bisa dimasukkan kedalam jenis sampah organik. Timbun sampah kedalam tanah atau olah menjadi kompos sehingga tidak mencemari lingkungan. Sedangkan jenis sampah anorganik bisa langsung dibakar atau didaur ulang.

Jenis sampah anorganik seperti botol dan kaleng bekas juga bisa dikreasikan menjadi berbagai tempat yang menarik seperti tempat penyimpanan bumbu, tempat pensil, celengan, dan lain-lain. Jika hasilnya bagus, Anda bahkan bisa menjualnya dan meningkatkan pendapatan.

3.     Berikan Minyak Jelantah ke Tempat Pengolahan Minyak

Minyak sisa penggorengan atau minyak jelantah seringkali dibuang langsung ke saluran pembuangan. Padahal kebiasaan ini dapat mencemari lingkungan dan membunuh ekosistem perairan. Untuk mengatasinya, Anda bisa memberikan bekas minyak ini ke instalasi minyak. Namun sebelumnya dinginkan dan letakkan di wadah bersih terlebih dahulu.

Saat ini minyak jelantah dapat diolah menjadi biodiesel. Biodiesel sendiri merupakan salah satu jenis bahan bakar ramah lingkungan yang bisa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan. Selain itu, Anda juga bisa menjual minyak jelantah di instansi yang menerima penjualan barang ini.

4.     Kurangi Penggunaan Sampah Plastik

Sampah plastik termasuk kedalam kategori sampah yang sulit terurai di alam. Satu kantong plastik saja membutuhkan lama penguraian puluhan hingga ratusan tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan solusi untuk mengurangi penumpukan sampah plastik.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Misalnya saja dengan membawa kantong belanja kain yang lebih ramah lingkungan ketika berbelanja. Selain itu, Anda juga bisa mengganti sedotan dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan.

Pengelolaan sampah yang baik tentu tidak bisa hanya dilakukan individu saja. Seperti halnya Anda yang peduli lingkungan, Nestle bersama dengan perusahaan lain turut serta aktif beraliansi dalam program  Packaging dan Recycling Alliance for Indonesia (PRAISE) untuk mengelola sampah kemasan sehingga meminimalisir jumlahnya di lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *